<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gerakan Mahasiswa Surabaya</title>
	<atom:link href="http://www.gms-family.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gms-family.com</link>
	<description>Gerakan Mahasiswa Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2010 08:22:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>BUKA BERSAMA GMS 2010</title>
		<link>http://www.gms-family.com/2010/08/18/buka-bersama/</link>
		<comments>http://www.gms-family.com/2010/08/18/buka-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 08:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dito Hutama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Arek Anyar]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[Makan-makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gms-family.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.gms-family.com/wp-content/uploads/2010/08/undangan-BUBER-GMS-2010.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-98" title="undangan BUBER GMS 2010" src="http://www.gms-family.com/wp-content/uploads/2010/08/undangan-BUBER-GMS-2010.jpg" alt="" width="531" height="398" /></a></p>
<p>Seperti pada tahun- tahun sebelumnya. tradisi GMS adalah mengadakan buka bersama yang diadakan untuk memperkuat intern bersama di rumah anggota GMS. Untuk tahun ini GMS akan menyelenggarakan event terebut dengan panitia calang GMS tahun 2010 kemarin.</p>
<p>Acara akan dilaksanakan pada :</p>
<p><span style="color: #ff0000;">hari/tanggal : jum&#8217;at/ 20 Agustus 2010</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">tempat        : Jalan Kartini No. 1, Surabaya (kediaman drg. Wanti)</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">pukul          : 17.00 &#8211; selesai </span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">acara          : &#8211; buka bersama</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"> &#8211; taraweh bersama</span></p>
<p><span style="color: #993300;"> &#8211; memperkenalkan calang 2010</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gms-family.com/2010/08/18/buka-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KLASIFIKASI HADITS</title>
		<link>http://www.gms-family.com/2010/08/16/klasifikasi-hadits/</link>
		<comments>http://www.gms-family.com/2010/08/16/klasifikasi-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 16:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dito Hutama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gms-family.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung bulan Ramadhan. biar beritanya tidak itu &#8211; itu saja, mending menigkatkan iman dan taqwa kita kepada ALLAH SWT.
Berikut saya sampaikan klasifikasi hadits, supay Anda mengerti dan terhindar dari kesesatan.
Hadits adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur&#8217;an.

I. Berdasarkan <a href="http://www.gms-family.com/2010/08/16/klasifikasi-hadits/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung bulan Ramadhan. biar beritanya tidak itu &#8211; itu saja, mending menigkatkan iman dan taqwa kita kepada ALLAH SWT.</p>
<p>Berikut saya sampaikan klasifikasi hadits, supay Anda mengerti dan terhindar dari kesesatan.</p>
<p><strong>Hadits</strong> adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a>. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah <a title="Al-Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an">Al-Qur&#8217;an</a>.</p>
<ol>
<li><strong>I. </strong><strong>Berdasarkan tingkat keasliannya hadits dibagi menjadi 2. Antara lain :</strong></li>
<li><strong>1. </strong><strong>Hadits Yang Diterima (Maqbul)</strong></li>
</ol>
<p>Hadits yang diterima dibagi menjadi 2 (dua):</p>
<p><strong>1. 1. Hadits Shahih</strong></p>
<p><strong>Definisi:</strong></p>
<ul>
<li>Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Nukhbatul Fikar, yang dimaksud dengan hadits shahih adalah :</li>
</ul>
<p>Hadits yang dinukil (diriwayatkan) oleh rawi yang adil, sempurna ingatan, sanadnya bersambung-sambung, tidak ber’illat dan tidak janggal.</p>
<ul>
<li>Dalam kitab Muqaddimah At-Thariqah Al-Muhammadiyah disebutkan bahwa definisi hadits shahih itu adalah :</li>
</ul>
<p>Hadits yang lafadznya selamat dari keburukan susunan dan maknanya selamat dari menyalahi ayat Quran.</p>
<p><strong>Syarat-Syarat Hadits Shahih</strong>:</p>
<p>Untuk bisa dikatakan sebagai hadits shahih, maka sebuah hadits haruslah memenuhi kriteria berikut ini:</p>
<ul>
<li>Rawinya bersifat adil, artinya seorang rawi selalu memelihara ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat, menjauhi dosa-dosa kecil, tidak melakukan perkara mubah yang dapat menggugurkan iman, dan tidak mengikuti pendapat salah satu mazhab yang bertentangan dengan dasar syara’</li>
<li>Sempurna ingatan (dhabith), artinya ingatan seorang rawi harus lebih banyak daripada lupanya dan kebenarannya harus lebih banyak daripada kesalahannya, menguasai apa yang diriwayatkan, memahami maksudnya dan maknanya</li>
<li>Sanadnya tiada putus (bersambung-sambung) artinya sanad yang selamat dari keguguran atau dengan kata lain; tiap-tiap rawi dapat saling bertemu dan menerima langsung dari yang memberi hadits.</li>
<li>Hadits itu tidak ber’illat (penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshahihan suatu hadits)</li>
<li>Tidak janggal, artinya tidak ada pertentangan antara suatu hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang maqbul dengan hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lebih rajin daripadanya.</li>
</ul>
<p><strong>1. 2. Hadits Hasan</strong></p>
<p><strong>Definisi</strong></p>
<p>Secara bahasa, Hasan adalah sifat yang bermakna indah. Sedangkansecara istilah, para ulama mempunyai pendapat tersendiri seperti yang disebutkan berikut ini:</p>
<ul>
<li>Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Nukhbatul Fikar menuliskan tentang definisi hadits Hasan:</li>
</ul>
<p>Hadits yang dinukilkan oleh orang yang adil, yang kurang kuat ingatannya, yang muttashil (bersambung-sambung sanadnya), yang musnad jalan datangnya sampai kepada nabi SAW dan yang tidak cacat dan tidak punya keganjilan.</p>
<ul>
<li>At-Tirmizy dalam Al-Ilal menyebutkan tentang pengertian hadits hasan:</li>
</ul>
<p>Hadits yang selamat dari syuadzudz dan dari orang yang tertuduh dusta dan diriwayatkan seperti itu dalam banyak jalan.</p>
<ul>
<li>Al-Khattabi menyebutkan tentang pengertian hadits hasan:</li>
</ul>
<p>Hadits yang orang-orangnya dikenal, terkenal makhrajnya dan dikenal para perawinya.</p>
<p>Yang dimaksud dengan makhraj adalah dikenal tempat di mana dia meriwayatkan hadits itu. Seperti Qatadah buat penduduk Bashrah, Abu Ishaq as-Suba&#8217;i dalam kalangan ulama Kufah dan Atha&#8217; bagi penduduk kalangan Makkah.</p>
<ul>
<li>Jumhur ulama:</li>
</ul>
<p>Hadits yang dinukilkan oleh seorang yang adil (tapi) tidak begitu kuat ingatannya, bersambung-sambung sanadnya dan tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan matannya.</p>
<p>Maka bisa disimpulkan bahwa hadits hasan adalah hadits yang pada sanadnya tiada terdapat orang yang tertuduh dusta, tiada terdapat kejanggalan pada matannya dan hadits itu diriwayatkan tidak dari satu jurusan (mempunyai banyak jalan) yang sepadan maknanya.</p>
<p><strong>Klasifikasi Hadits Hasan</strong></p>
<ul>
<li>Hasan Lidzatih</li>
</ul>
<p>Hadits hasan yang telah memenuhi syarat-syaratnya. Atau hadits yang bersambung-sambung sanadnya dengan orang yang adil yang kurang kuat hafalannya dan tidak terdapat padanya sydzudz dan illat.</p>
<p>contoh hadits ini adalah:</p>
<p>لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة</p>
<p>“ Seandainya aku tidak memberatkan umatku, maka pasti aku perintahkan untuk menggosok gigi setiap waktu shalat”.</p>
<ul>
<li>Hadits Hasan lighairih</li>
</ul>
<p>Hadits hasan yang sanadnya tidak sepi dari seorang mastur (tak nyata keahliannya), bukan pelupa yang banyak salahnya, tidak tampak adanya sebab yang menjadikan fasik dan matan haditsnya adalah baik berdasarkan periwayatan yang semisal dan semakna dari sesuatu segi yang lain.</p>
<p>Ringkasnya, hadits hasan li ghairihi ini asalnya adalah hadits dhaif (lemah), namun karena ada ada mu&#8217;adhdhid, maka derajatnya naik sedikit menjadi hasan li ghairihi. Andaikata tidak ada &#8216;Adhid, maka kedudukannya dhaif.</p>
<p>Contoh hadits ini adalah hadits tentang Nabi SAW membolehkan wanita menerima mahar berupa sepasang sandal:</p>
<p>أرضيت من نفسك ومالك بنعلين؟ قالت: نعم، فأجاز</p>
<p>&#8220;Apakah kamu rela menyerahkan diri dan hartamu dengan hanya sepasang sandal ini?&#8221; Perempuan itu menjawab, &#8220;Ya.&#8221;  Maka nabi SAW pun membolehkannya.</p>
<p>Hadits ini asalnya dhaif (lemah), karena diriwayatkan oleh Turmuzy dari &#8216;Ashim bin Ubaidillah dari Abdullah bin Amr. As-Suyuti mengatakan bahwa &#8216;Ashim ini dhaif lantaran lemah hafalannya. Namun karena ada jalur lain yang lebih kuat, maka posisi hadits ini menjadi hasan li ghairihi.</p>
<p>Kedudukan Hadits Hasan adalah berdasarkan tinggi rendahnya ketsiqahan dan keadilan para rawinya, yang paling tinggi kedudukannya ialah yang bersanad ahsanu’l-asanid.</p>
<p>Hadits Shahih dan Hadits Hasan ini diterima oleh para ulama untuk menetapkan hukum (Hadits Makbul).</p>
<p>Bila sebuah hadits hasan li dzatihi diriwayatkan lagi dari jalan yang lain yang kuat keadaannya, naiklah dia dari derajat hasan li dzatihi kepada derajat shahih. Karena kekurangan yang terdapat pada sanad pertama, yaitu kurang kuat hafalan perawinya telah hilang dengan ada sanad yang lain yang lebih kuat, atau dengan ada beberapa sanad lain.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Hadits Tertolak (Mardud)</strong></li>
</ol>
<p>Hadits yang tertolak adalah hadits yang dhaif, yaitu hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits Shahih atau hadits Hasan, dan juga hadits palsu. Sebenarnya hadits palsu bukan termasuk hadits, hanya sebagian orang yang bodoh dan awam yang memasukkannya ke dalam hadits. Sedangkan hadits dhaif memang benar sebuah hadits, hanya saja karena satu sebab tertentu, hadis dhaif menjadi tertolak untuk dijadikan landasan aqidah dan syariaholeh para ulama.</p>
<p><strong>Penyebab Tertolak :</strong></p>
<p>Ada beberapa alasan yang menyebabkan tertolaknya Hadits Dhaif, yaitu:</p>
<ul>
<li>Adanya Kekurangan pada Perawinya, Baik tentang keadilan maupun hafalannya, misalnya karena:
<ul>
<li>Dusta (hadits maudlu)</li>
<li>Tertuduh dusta (hadits matruk)</li>
<li>Fasik, yaitu banyak salah lengah dalam menghafal</li>
<li>Banyak waham (prasangka) disebut hadits mu’allal</li>
<li>Menyalahi riwayat orang kepercayaan</li>
<li>Tidak diketahui identitasnya (hadits Mubham)</li>
<li>Penganut Bid’ah (hadits mardud)</li>
<li>Tidak baik hafalannya (hadits syadz dan mukhtalith)</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Karena Sanadnya Tidak Bersambung
<ul>
<li>Kalau yang digugurkan sanad pertama disebut hadits mu’allaq</li>
<li>Kalau yang digugurkan sanad terakhir (sahabat) disebut hadits mursal</li>
<li>Kalau yang digugurkan itu dua orang rawi atau lebih berturut-turut disebut hadits mu’dlal</li>
<li>Jika tidak berturut-turut disebut hadits munqathi’</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Karena Matan (Isi Teks) Yang Bermasalah</li>
</ul>
<p>Selain karena dua hal di atas, kedhaifan suatu hadits bisa juga terjadi karena kelemahan pada matan. Hadits Dhaif yang disebabkan suatu sifat pada matan ialah hadits Mauquf dan Maqthu’. Oleh karenanya para ulama melarang menyampaikan hadits dhaif tanpa menjelaskan sanadnya. Adapun kalau dengan sanadnya, mereka tidak mengingkarinya</p>
<p><strong>Hukum Mengamalkan Hadits Dhaif</strong></p>
<p>Segenap ulama sepakat bahwa hadits yang lemah sanadnya (dhaif) untuk masalah aqidah dan hukum halal dan haram adalah terlarang. Demikian juga dengan hukum jual beli, hukum akad nikah, hukum thalaq dan lain-lain. Tetapi mereka berselisih faham tentang mempergunakan hadits dha&#8217;if untuk menerangkan keutamaan amal, yang sering diistilahkan dengan fadhailul a&#8217;mal, yaitu untuk targhib atau memberi semangat menggembirakan pelakunya atau tarhib (menakutkan pelanggarnya).</p>
<p>Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim menetapkan bahwa bila hadits dha&#8217;if tidak bisa digunakan meski hanya untuk masalah keutamaan amal. Demikian juga para pengikut Daud Azh-Zhahiri serta Abu Bakar Ibnul Arabi Al-Maliki. Tidak boleh siapapun dengan tujuan apapun menyandarkan suatu hal kepada Rasulullah SAW, sementara derajat periwayatannya lemah.</p>
<p>Ketegasan sikap kalangan ini berangkat dari karakter dan peran mereka sebagai orang-orang yang berkonsentrasi pada keshahihan suatu hadits. Imam Al-Bukhari dan Muslim memang menjadi maskot masalah keshahihan suatu riwayat hadits. Kitab shahih karya mereka masing-masing adalah kitab tershahih kedua dan ketiga di permukaan muka bumi setelah Al-Quran Al-Kariem.</p>
<p>Senjata utama mereka yang paling sering dinampakkan adalah hadits dari Rasulullah SAW:</p>
<p>“Siapa yang menceritakan sesuatu hal dari padaku padahal dia tahu bahwa hadits itu bukan haditsku, maka orang itu salah seorang pendusta.” (HR Bukhari Muslim)</p>
<p>Sedangkan Al-Imam An-Nawawi rahimahulah di dalam kitab Al-Adzkar mengatakan bahwa para ulama hadits dan para fuqaha membolehkan kita mempergunakan hadits yang dhaif untuk memberikan targhib atau tarhib dalam beramal, selama hadits itu belum sampai kepada derajat maudhu&#8217; (palsu). Namun pernyataan beliau ini seringkali dipahami secara salah kaprah. Banyak yang menyangka bahwa maksud pernyataan Imam An-Nawawi itu membolehkan kita memakai hadits dhaif untuk menetapkan suatu amal yang hukumnya sunnah. Padahal yang benar adalah masalah keutamaan suatu amal ibadah. Jadi kita tetap tidak boleh menetapkan sebuah ibadah yang bersifat sunnah hanya dengan menggunakan hadits yang dhaif, melainkan kita boleh menggunakan hadits dha&#8217;if untuk menggambarkan bahwa suatu amal itu berpahala besar. Sedangkan setiap amal sunnah, tetap harus didasari dengan hadits yang kuat. Lagi pula, kalau pun sebuah hadits itu boleh digunakan untuk memberi semangat dalam beramal, maka ada beberapa syarat yang juga harus terpenuhi, antara lain:</p>
<ul>
<li>Derajat kelemahan hadits itu tidak terlalu parah. Perawi yang telah dicap sebagai pendusta, atau tertuduh sebagai pendusta atau yang terlalu sering keliru, maka haditsnya tidak bisa dipakai. Sebab derajat haditsnya sudah sangat parah kelemahannya.</li>
<li>Perbuatan amal itu masih termasuk di bawah suatu dasar yang umum. Sedangkan sebuah amal yang tidak punya dasar sama sekali tidak boleh dilakkan hanya berdasarkan hadits yang lemah.</li>
<li>Ketika seseorang mengamalkan sebuah amalan yang disemangati dengan hadits lemah, tidak boleh diyakini bahwa semangat itu datangnya dari nabi SAW. Agar kita terhindar dari menyandarkan suatu hal kepada Rasulullah SAW sementara beliau tidak pernah menyatakan hal itu.</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>II. </strong><strong>Berdasarkan jumlah </strong><strong>penutur</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Jumlah penutur yang dimaksud adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad, atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi atas hadits Mutawatir dan hadits Ahad.</p>
<ul>
<li>Hadits mutawatir, adalah hadits      yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak      terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama      akan hal itu. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah      penutur pada tiap lapisan (thaqabah) berimbang. Para <a title="Ulama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama">ulama</a> berbeda      pendapat mengenai jumlah sanad minimum hadits mutawatir (sebagian menetapkan      20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad). Hadits mutawatir sendiri dapat      dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy (redaksional sama pada      tiap riwayat) dan ma&#8217;nawy (pada redaksional terdapat perbedaan namun makna      sama pada tiap riwayat)</li>
<li>Hadits ahad, hadits yang      diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan      mutawatir. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara      lain :
<ul>
<li>Gharib, bila hanya terdapat satu       jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur, meski       pada lapisan lain terdapat banyak penutur)</li>
<li>Aziz, bila terdapat dua jalur       sanad (dua penutur pada salah satu lapisan)</li>
<li>Mashur, bila terdapat lebih dari       dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan) namun       tidak mencapai derajat mutawatir.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>III. </strong><strong>Berdasarkan ujung sanad</strong></li>
</ol>
<p>Sanad adalah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits. Sanad terdiri atas seluruh penutur mulai dari orang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hingga mencapai Rasulullah. Sanad, memberikan gambaran keaslian suatu riwayat. Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalah</p>
<p><em>Al-Bukhari &gt; Musaddad &gt; Yahya &gt; Syu’bah &gt; Qatadah &gt; Anas &gt; Nabi Muhammad SAW</em></p>
<p>Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/perawi bervariasi dalam lapisan sanadnya, lapisan dalam sanad disebut dengan thaqabah. Signifikansi jumlah sanad dan penutur dalam tiap thaqabah sanad akan menentukan derajat hadits tersebut, hal ini dijelaskan lebih jauh pada klasifikasi hadits.</p>
<p>Jadi yang perlu dicermati dalam memahami Al Hadits terkait dengan sanadnya ialah :</p>
<ul>
<li>Keutuhan sanadnya</li>
<li>Jumlahnya</li>
<li>Perawi akhirnya</li>
</ul>
<p>Sebenarnya, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam.Hal ini diterapkan di dalam mengutip berbagai buku dan ilmu pengetahuan lainnya. Akan tetapi mayoritas penerapan sanad digunakan dalam mengutip hadits-hadits nabawi.</p>
<p>Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu&#8217; (terangkat), mauquf (terhenti) dan maqtu&#8217; :</p>
<ul>
<li><strong>Hadits Marfu&#8217; </strong>adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> SAW (contoh:hadits sebelumnya)</li>
<li><strong>Hadits Mauquf</strong> adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para <a title="Sahabat nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_nabi">sahabat nabi</a> tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu&#8217;. Contoh: <a title="Imam Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari">Al Bukhari</a> dalam kitab Al-Fara&#8217;id (hukum waris) menyampaikan bahwa <a title="Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar">Abu Bakar</a>, Ibnu Abbas dan Ibnu Al-Zubair mengatakan: &#8220;Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah&#8221;. Namun jika ekspresi yang digunakan sahabat seperti &#8220;Kami diperintahkan..&#8221;, &#8220;Kami dilarang untuk&#8230;&#8221;, &#8220;Kami terbiasa&#8230; jika sedang bersama rasulullah&#8221; maka derajat hadits tersebut tidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu&#8217;.</li>
<li><strong>Hadits Maqtu&#8217;</strong> adalah hadits yang sanadnya berujung pada para <a title="Tabi'in" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabi%27in">Tabi&#8217;in</a> (penerus). Contoh hadits ini adalah: <a title="Imam Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Muslim">Imam Muslim</a> meriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirin mengatakan: &#8220;Pengetahuan ini (hadits) adalah agama, maka berhati-hatilah kamu darimana kamu mengambil agamamu&#8221;.</li>
</ul>
<p>Keaslian hadits yang terbagi atas golongan ini sangat bergantung pada beberapa faktor lain seperti keadaan rantai sanad maupun penuturnya. Namun klasifikasi ini tetap sangat penting mengingat klasifikasi ini membedakan ucapan dan tindakan Rasulullah SAW dari ucapan para sahabat maupun tabi&#8217;in dimana hal ini sangat membantu dalam area perdebatan dalam fikih ( Suhaib Hasan, Science of Hadits).</p>
<ol>
<li><strong>IV. </strong><strong>Berdasarkan keutuhan rantai/lapisan sanad</strong></li>
</ol>
<p>Berdasarkan klasifikasi ini hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad, Munqati&#8217;, Mu&#8217;allaq, Mu&#8217;dal dan Mursal. Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiap tingkatan dimungkinkan secara waktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur diatasnya.</p>
<p>Ilustrasi sanad : <em>Pencatat Hadits &gt; penutur 4&gt; penutur 3 &gt; penutur 2 (tabi&#8217;in) &gt; penutur 1 (Para <a title="Sahabat nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_nabi">sahabat</a>) &gt; <a title="Rasulullah SAW" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasulullah_SAW">Rasulullah SAW</a></em></p>
<ul>
<li>Hadits Musnad, sebuah hadits      tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadits tersebut tidak      terpotong pada bagian tertentu. Yakni urutan penutur memungkinkan      terjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi.</li>
<li>Hadits Mursal. Bila penutur 1      tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi&#8217;in menisbatkan langsung      kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi&#8217;in (penutur2) mengatakan      &#8220;Rasulullah berkata&#8221; tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang      menuturkan kepadanya).</li>
<li>Hadits Munqati&#8217; . Bila sanad putus      pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3</li>
<li>Hadits Mu&#8217;dal bila sanad terputus      pada dua generasi penutur berturut-turut.</li>
<li>Hadits Mu&#8217;allaq bila sanad      terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh: <em>&#8220;Seorang      pencatat hadits mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah      mengatakan&#8230;.&#8221;</em> tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga      Rasulullah).</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>V. </strong><strong>Jenis-jenis lain</strong></li>
</ol>
<p>Adapun beberapa jenis hadits lainnya yang tidak disebutkan dari klasifikasi di atas antara lain:</p>
<ul>
<li>Hadits Matruk, yang berarti hadits      yang ditinggalkan yaitu Hadits yang hanya dirwayatkan oleh seorang perawi      saja dan perawi itu dituduh berdusta.</li>
<li>Hadits Mungkar, yaitu hadits yang      hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan      hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tepercaya/jujur.</li>
<li>Hadits Mu&#8217;allal, artinya hadits      yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat      yang tersembunyi. Menurut <a title="Ibnu Hajar Al Atsqalani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Hajar_Al_Atsqalani">Ibnu Hajar Al Atsqalani</a> bahwa hadis      Mu&#8217;allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki      ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa juga disebut Hadits Ma&#8217;lul (yang      dicacati) dan disebut Hadits Mu&#8217;tal (Hadits sakit atau cacat)</li>
<li>Hadits Mudlthorib, artinya hadits      yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari      beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidaksama dan kontradiksi      dengan yang dikompromikan</li>
<li>Hadits Maqlub, yakni hadits yang      terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan ileh perawi yang dalamnya tertukar      dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad      (silsilah) maupun matan (isi)</li>
<li>Hadits gholia, yaitu hadits yang      terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah</li>
<li>Hadits Mudraj, yaitu hadits yang      mengalami penambahan isi oleh perawinya</li>
<li>Hadits Syadz, Hadits yang jarang      yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi orang yang tepercaya yang      bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi yang      lain.</li>
<li>Hadits Mudallas, disebut juga      hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu Hadits yang diriwayatkan oleh      melalui sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya,      padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad atau pada gurunya. Jadi Hadits      Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya</li>
</ul>
<p>Memang agak banyak sich, semoga bermanfaat. AMIN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gms-family.com/2010/08/16/klasifikasi-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JENIS -JENIS PARFUM</title>
		<link>http://www.gms-family.com/2010/08/16/jenis-jenis-parfum/</link>
		<comments>http://www.gms-family.com/2010/08/16/jenis-jenis-parfum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 16:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dito Hutama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gms-family.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Parfum atau Minyak wangi sapa yang tidak tahu pada jaman modern kali ini? Parfum memiliki banyak fungsi salah satunya adalah sebagi identitas seseorang. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa pemilihan aroma minyak wangi dapat menentukan sifat dan character seseorang. Bahkan ada juga yang digunakan untuk pengobatan alternative.
Tapi tahu kah Anda mengenai jenis – jenis parfum yang <a href="http://www.gms-family.com/2010/08/16/jenis-jenis-parfum/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Parfum atau Minyak wangi sapa yang tidak tahu pada jaman modern kali ini? Parfum memiliki banyak fungsi salah satunya adalah sebagi identitas seseorang. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa pemilihan aroma minyak wangi dapat menentukan sifat dan character seseorang. Bahkan ada juga yang digunakan untuk pengobatan alternative.</p>
<p>Tapi tahu kah Anda mengenai jenis – jenis parfum yang beredar saat ini? Biasanya terdapat tulisan pada box minyak wangi tersebut.</p>
<p>Beberapa arti tulisan pada box minyak wangi tersebut, antara lain :</p>
<ul>
<li><strong>Pure Parfume</strong></li>
</ul>
<p>Sebenarnya adalah sebuah extract wewangian dengan konsentrasi antara 15%-30% berupa minyak fragrance (campuran lainnya bisa berupa air atau alkohol) dan dapat bertahan lebih dari 6 jam jika dipakai. beberapa merek menawarkan produknya dengan jenis ini, tapi biasanya sangat langka dan mahal. Beberapa minyak “aji &#8211; aji” tergolong dalam pure parfum ini.</p>
<ul>
<li><strong>SOIE de Perfume</strong></li>
</ul>
<p>Jenis yang tidak biasa beredar di pasaran komersial sama seperti pure perfume, dengan konsentrasi 15%-18% minyak perfume, dapat bertahan kurang lebih 3-6 jam jika digunakan.</p>
<ul>
<li><strong>Eau de Parfum</strong></li>
</ul>
<p>Jenis yang sedikit umum di pasaran dengan konsentrasi minyak antara 8%-15% dan bertahan kurang lebih 3-5 jam jika dipakai, harganya sedikit lebih mahal dari pada concentrated fragrance, tergantung dari merk dan jenisnya.</p>
<ul>
<li><strong>Eau de Toilette</strong></li>
</ul>
<p>Jenis yang sangat umum di pasaran industri wewangian, konsentrasi minyak perfume yang dikandung kurang lebih antara 4%-10% dan bertahan antara 3-4 jam jika digunakan. Jenis ini biasanya jenis terkuat yang disediakan untuk parfume pria.</p>
<ul>
<li><strong>Eau de Cologne</strong></li>
</ul>
<p>Jenis dengan konsentrasi minyak 2%-5% dan dapat bertahan sampai dengan 3 jam. jenis ini dulu sempat sangat populer tapi saat ini sudah tidak sebanyak dulu, umumnya untuk jenis perfume wanita, masih sedikit umum dijumpai untuk perfume pria. Biasanya digunakan orang untuk pengganti mandi bila waktu kekepet.</p>
<ul>
<li><strong>After Shave (A/S)</strong></li>
</ul>
<p>Campuran dengan konsentrasi minyak 3% atau kurang, dan dapat bertahan kurang lebih 2-3 jam dan cukup umum dijumpai pada berbagai merk perfume. Biasanya pada after shave mengandung balm atau aloe (lidah buaya) yang digunakan untuk menenangkan pori-pori setelah bercukur bagi para pria, dan kandungan alkoholnya juga berfungsi untuk menutup kembali pori-pori.</p>
<ul>
<li><strong>Eau Fraiche</strong></li>
</ul>
<p>Jenis yang tidak umum untuk industri besar dengan campuran kurang dari 3% dan bertahan hanya sekitar 1 jam saja. Biasa pula disebut dengan nama Perfume Mist atau Splash.</p>
<p>Kata “Eau de” yang digunakan untuk beberapa istilah diatas dalam bahasa inggris berarti “water of”. Selain itu juga sering dijumpai tulisan “pour homme” (bahasa perancis) yang artinya adalah untuk pria atau dalam bahasa inggris berarti “for men” sedangkan lawannya adalah “pour femme” atau untuk wanita.</p>
<p>ada sedikit tips agar Anda memiliki parfum terkenal dengan harga terjangkau yaitu beli ja bibitnya trus minta dioplos ma alkohol, seperti di daerah ampel banyak banget dan lebih murah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gms-family.com/2010/08/16/jenis-jenis-parfum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KENALI TEMAN ANDA!</title>
		<link>http://www.gms-family.com/2010/08/14/kenali-teman-anda/</link>
		<comments>http://www.gms-family.com/2010/08/14/kenali-teman-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 16:43:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dito Hutama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gms-family.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya manusia adalah makhluk social, makhluk yang tidak bisa hidup sendiri tanpa makhluk lain, serta ditakdirkan untuk berpasang – pasangan. Dalam agama islam pun diatur mengenai hal ini, bahkan dalam suatu ayat dituliskan, “barang siapa yang dengan sengaja memutus tali persaudaraan tidak akan dilirik surga”.
Berikut merupakan salah satu cara untuk mengetahui, seberapa “baik” teman <a href="http://www.gms-family.com/2010/08/14/kenali-teman-anda/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya manusia adalah makhluk social, makhluk yang tidak bisa hidup sendiri tanpa makhluk lain, serta ditakdirkan untuk berpasang – pasangan. Dalam agama islam pun diatur mengenai hal ini, bahkan dalam suatu ayat dituliskan, “barang siapa yang dengan sengaja memutus tali persaudaraan tidak akan dilirik surga”.</p>
<p>Berikut merupakan salah satu cara untuk mengetahui, seberapa “baik” teman anda atau apakah teman anda itu adalah teman yang “benar”. Sebelumnya saya sengaja membuat klasifikasi, teman dan sahabat apa bedanya? Tingkatan sahabat menurut saya jauh lebih tinggi daripada teman, mengapa? Sekarang kita baru kenal orang saja sudah dianggap teman, sedangkan sahabat adalah teman yang sudah kenal kita lebih lama. Tapi apapun itu menurut pendapat anda jangan dipermasalahkan, yang penting cara berikut bermanfaat untuk kehidupan anda nantinya.</p>
<p>7 tes berikut merupakan tes untuk mengetahui seberapa “baik” teman anda, penilaian tergantung pada anda, tiap pertanyaan hanya memiliki jawaban “YA” dan “TIDAK”, tidak ada keraguan, seumpama teman anda ragu – ragu atau kadang – kadang jawab lah tidak. Jika jawaban “YA” berjumlah 5 – 7 poin SELAMAT!! INSYA ALLAH teman anda adalah teman yang baik bagi anda, jika kurang anda perlu meninjau kembali hubungan anda, bicarakan hal ini pada teman anda tersebut.</p>
<p>Berikut 7 tes tersebut :</p>
<ul>
<li><strong>PERHATIAN</strong></li>
</ul>
<p>Salah satu criteria penting dalam menilai seirang teman adalah seberapa perhatian dia pada kehidupan anda. Sederhana saja coba anda cerita kepada teman anda tentang hal penting yang terjadi pada hidup anda (curhat), lalu lihat lah teman anda apakah teman anda merespon baik dan mencari tahu lebih dalam soal tersebut atau bahkan acuh, jika acuh coba beberapa saat kemudian tanya lah kembali jika tidak merespon berarti dipastikan dia tidak perhatian dengan anda.</p>
<ul>
<li><strong>KEJUJURAN</strong></li>
</ul>
<p>Kejujuran merupakan salah satu integritas seseorang, kaitannya dengan pertemanan adalah teman sejati (sahabat) adalah teman yang mau memberitahukan hal – hal yang tidak ingin Anda dengar. Dia rela Anda benci jika apa yang dia lakukan untuk Anda bermanfaat, sekalipun hal tersebut membuat Anda kecewa padanya. Sebaliknya kritik dan saran dari teman anda tersebut juga bermanfaat untuk mengembangkan atau menutupi kekurangan yang ada pada diri Anda.</p>
<ul>
<li><strong>KESETIAAN</strong></li>
</ul>
<p>Maksud setia disini adalah teman anda seperti perangko. Ada pertanyaan yang cukup menarik pada saat Nadine Chandrawinata dinobatkan sebagai Putri Indonesia tahun 2007, pada saat itu Nadine ditanyai pada saat babak final adalah menurut anda sahabat itu seperti apa? Seorang Nadine menjawab seperti bayang – bayang, sesalu ada pada saat tertentu dan menghilang pada saat tertentu juga. Berbeda dengan slogan yang sudah ada “sahabat adalah orang pertama yang ada disaat kita sedih dan senang”. Jika teman anda “hanya” ada pada saat Anda senang, Anda patut curiga karena pasti ambil enaknya aja.</p>
<ul>
<li><strong>KEBANGGAAN</strong></li>
</ul>
<p>Boleh jadi teman Anda menghibur anda pada saat sedih. Tetapi, lihatlah sapa yang menepuk punggung Anda ketika Anda sukses?. Seirang sahabat akan bangga dengan prestasi Anda, bukannya iri dengan kesuksesan Anda. Lihatlah apakah dia mendatangi Anda ketika menerima berita baik?atau bahkan berita buruk?. Banyak orang yang bersedia “menghibur” tatkala kenyataan membelakangi apa yang Anda harapkan. Tetapi lebih sulit menemukan orang yang mengucapkan selamat kepada Anda tatkala segalanya berjalan sesuai keinginan Anda. Satu hal lagi jika teman Anda mengajak Anda bersaing, it’s ok! Itu bagus untuk dinamika hidup, tetapi perlu diperhatikan apakah teman Anda legawa membagi “resep”?</p>
<ul>
<li><strong>PENGHARGAAN</strong></li>
</ul>
<p>Cobalah mengatakan pada teman Anda bahwa ada sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang baik dan menyenangkan, tetapi Anda lebih suka untuk tidak membicarakan pada saat itu juga. Lihatlah, sahabat akan menghormati harapan – harapan Anda dan memberi Anda kesempatan untuk meraihnya tanpa memaksakan keingintahuannya. Dia mungkin akan terus menyinggung karena tertarik, tetapi dia tidak akan serta merta dan terus menerus mendesak Anda untuk menceritakannya apabila Anda sudah menegaskan bahwa Anda ridak ingin menceritakannya sekarang. Karena jika sahabat, Anda beritahu bahwa sesuatu yang salah atau baik menimpa Anda, dia akan berusaha keras untuk mengetahuinya saat itu juga, karena dia perhatian pada Anda.</p>
<ul>
<li><strong>PENGORBANAN</strong></li>
</ul>
<p>Boleh jadi dikampus atau di instansi – instansi yang lain mengadakan outbond atau perploncoan agar dapat mengakrabkan diri, tetapi masalah selalu pasti dating kepada setiap orang. Nah pada saat masalah itu dating kepada Anda, apakah teman Anda mau menolong Anda?contoh paling mudah adalah cobalah Anda pura – pura tidak punya uang, lalu pinjamlah ke teman Anda? lihatlah apa yang terjadi? Jika dia memang baik paling tidak memberikan solusi kepada Anda jalan keluar untuk masalah Anda tersebut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>KEPERCAYAAN</strong></li>
</ul>
<p>Gang atau sebuah group, biasanya berisikan beberapa individu yang memiliki sesuatu yang sama, entah latar belakang, hobi atau persamaan prinsip hidup. Tapi yang paling kentara adalah ketika kita berada dalam satu group tersebut pasti mengetahui masing – masing individu baik itu rahasia atau apalah. Untuk cobalah Anda ceritakan rahasia sahabat Anda tersebut kepada teman Anda tersebut, lihatlah apakah dia berkomentar atau tidak? Seorang sahabat pasti tahu arti kepercayaan dalam sebuah hubungan. Jika dia keberatan karena Anda bercerita tentang rahasia sahabat Anda. Selamat berarti dia adalah orang yang bisa dipercaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gms-family.com/2010/08/14/kenali-teman-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MARHABAN YA RAMADHAN</title>
		<link>http://www.gms-family.com/2010/08/11/marhaban-ya-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.gms-family.com/2010/08/11/marhaban-ya-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 17:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dito Hutama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gms-family.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[tidak terasa hari ini sudah menginjak 1 ramadhan 1431 H, kami mengucapkan selamat menuaikan ibadah puasa kepada seluruh umat muslim di dunia, semoga puasa kali ini mendapat manfaat dan pahala yang banyak dari ALLAH SWT&#8230;AMIN AMIN AMIN YA ROBBAL ALLAMIN..
pertanyaan yang perlu diperhatikan dan dicari jawabanya adalah pada puasa kali ini apa yang ingin kita <a href="http://www.gms-family.com/2010/08/11/marhaban-ya-ramadhan/" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tidak terasa hari ini sudah menginjak 1 ramadhan 1431 H, kami mengucapkan selamat menuaikan ibadah puasa kepada seluruh umat muslim di dunia, semoga puasa kali ini mendapat manfaat dan pahala yang banyak dari ALLAH SWT&#8230;AMIN AMIN AMIN YA ROBBAL ALLAMIN..</p>
<p>pertanyaan yang perlu diperhatikan dan dicari jawabanya adalah pada puasa kali ini apa yang ingin kita dapatkan?</p>
<p>biar memudahkan anda, kami berikan jadwal imsyakiyah dan buka puasa selama ramdhan ini khusus wilayah surabaya, dengan cara download link dibawah ini</p>
<p><a title="Jadwal Imsyakiyah Surabaya" href="http://www.gms-family.com/wp-content/uploads/2010/08/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Surabaya.pdf" target="_blank">jadwal imsakiyah surabaya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gms-family.com/2010/08/11/marhaban-ya-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
